Bumi
adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai
tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi,
bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan,
pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Pembentukan bumi tentunya memerlukan waktu yang sangat lama. Salah
satu teori menyatakan bumi terbentuk sejak 5 milyar tahun yang lalu, terjadi
tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa
matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.
Dalam
perkembangannya, bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk
seperti sekarang ini. Ada beberapa tahap dalam proses pembentukan bumi, awalnya
bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau
perbedaan unsur. Selanjutnya pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali
dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar
akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke
permukaan. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar,
mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi. Kerak bumi merupakan bagian
permukaan bumi, yang ditempati oleh semua makhluk hidup, terdapat berbagai
macam ekosistem didalamnya, apabila terjadi kerusakan yang terjadi di dalam
lingkungan ataupun ekosistem maka menyebabkan tidak akan terjadi keseimbangan
dalam lingkungan maupun ekosistem makhluk hidup tersebut.
Perubahan
lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang terjadi pada
lingkungan hidup manusia menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan
karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. Perubahan
lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena
faktor alami. Namun pada umumnya manusia lebih banyak menyebabkan kerusakan
pada lingkungannya sendiri tanpa ada usaha pelestarian kembali. Manusia
menyebabkan suhu bumi menjadi meningkat akibat kegiatan yang dilakukannya,
pembakaran hutan dan penggunaan kendaraan bermotor paling banyak menyumbangkan
CO2 sehingga terjadi peningkatan konsentrasi CO2 di
atmosfer hal tersebut tentunya akan meningkat suhu bumi karena karbondioksida
merupakan salah satu gas rumah kaca yang dapat memerangkap panas cahaya
matahari. Pada Indonesia pembakaran hutan menjadi masalah yang serius bagi wilayah
indonesia sendiri maupun bagi wilayah negara tetangganya, asap karena
pembakaran hutan dapat menjadi gangguan di negara tetangga dapat meminimkan
jarak pandang dan gangguan kesehatan akibatnya dapat merugikan manusia juga
akhirnya.
Polusi
udara yang terus meningkat pun bisa memicu terjadinya hujan asam, misalnya
penggunaan bahan bakar fosil yang akan menjadi masalah bagi atmosfer bumi
karena mengandung sifat asam yang meliputi asam sulfat, asam klorida atau
nitrat. bahan bakar fosil meliputi batu bara, kendaraan bermotor, pembangkit
listrik dan minyak di pabrik. Hujan asam dapat dibedakan menjadi wet deposition
dan drag deposition. Drag deposition adalah peristiwa terkenanya benda dan
mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Hal ini dapat terjadi pada daerah
perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Selain
itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin
yang membawa udara yang mengandung asam. Biasanya deposisi jenis ini terjadi
dekat dari sumber pencemaran. Sedangkan Wet deposition adalah
turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara
larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka
air hujan yang turun bersifat asam. Deposisi asam dapat pula terjadi karena
hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke
dalam air hujan dan turun ke bumi.
Aktifitas
manusia yang makin meningkat tersebut menjadikan timbulnya perubahan pada
komponen biofisik lingkungan, seperti peningkatan konsentrasi gas-gas rumah
kaca di atmosfir salah satunya gas karbondioksida tadi, yang merupakan
penyumbang utama terjadinya pemanasan dan perubahan iklim. Akibat
yang paling penting dari proses perubahan iklim adalah timbulnya peristiwa
ekstrim seperti kemarau panjang, hujan badai, banjir, atau tanah longsor yang
makin sering terjadi dan bahkan semakin besar. Pada umumnya timbulnya peristiwa
ekstrim yang ditunjukkan dengan terjadinya penyimpangan iklim yaitu suatu
penyimpangan cuaca dan iklim dari kondisi umumnya.
Perubahan iklim yang terjadi akibat
fenomena pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan siklus
hidrologi. Di Indonesia dampak perubahan iklim yang dapat dirasakan saat ini
semakin keringnya musim kemarau dan intensitas banjir yang semakin tinggi di
muism hujan. Sedangkan dampak yang diberikan untuk pertanian, kegagalan panen
dapat terjadi, kegagalan waktu penanaman, perubahan iklim juga dapat
menyebabkan bencana alam seperti banjir, dan tanah longsor yang mengakibatkan
lahan pertanian menjadi rusak shingga akn berdampak kurangnya ketersediaan
bahan pangan dan dikhawatirkan terjadinya kemiskinan.
Dengan berbagai dampak negatif yang
ditimbulkan oleh perubahan iklim maupun lingkungan, oleh karena itu perlu
dilakukannya upaya pengurangan kerusakan lingkungan atau mitigasi agar
perubahan iklim maupun kerusakan lingkungan tidak menjadi semakin
parah.Upaya-upaya mitigasi dapat berupa pengurangan pembakaran maupun
penebangan hutan, penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, usaha reboisasi
ataupun penghijauan dan pembentukan hutan asli karena hutan asli dapat menambat
300 ton CO2. Kesadaran dari manusia itu sendiri juga merupakan hal
penting oleh karena itu juga perlu digalakkannya penyuluhan tentang dampak
perubahan iklim maupun penyebabnya sehingga dapat diharapkan menjadi penggerak
kesadaran antar manusia untuk melakukan hal positif bagi lingkungannya.
berbagai sumber