Pengukuran Kecepatan Angin, Arah Angin dan Curah Hujan

Jumat, 15 April 2011

| | | 1 komentar
Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen ekosistem alam, sehingga segala kegiatan dipermukaan bumi tidak lepas dari pengaruh cuaca dan iklim. Ada 3 komponen yang saling pengaruh-mempengaruhi yaitu soil, plant, atmosphere (tanah-tumbuhan-atmosfir). Dalam dunia pertanian sasaran utamanya adalah mengelola tanaman beserta faktor lingkungannya untuk mendapatkan hasil yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Salah satu unsur cuaca seperti angin, dapat juga mempengaruhi hasil dari pertanian itu sendiri. Angin sangat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan dari tanaman tersebut, karena angin bisa membantu proses perkembangbiakan tanaman-tanaman pertanian. Angin sangat berpengaruh pada curah hujan suatu daerah, karena yang menentukan dimana hujan turun adalah angin yang menghembuskan awan mendung ke suatu daerah.
Bentuk presiritasi terpenting di Indonesia adalah hujan karena pengaruhnya terhadap bidang pertanian sangat luas, curah hujan daerah satu dengan daerah yang lainnya berbeda-beda tergantung dari kondisi lingkungannya. Data hidrologi semacam curah hujan, sangat perlu untuk memperkirakan kabutuhan air di lahan pertanian. Ini terkait untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah pertanian. Suburnya lahan pertanian di sebagian besar dataran sangatlah bergantung dari limpahan air hujan. Dengan adanya air hujan, diperkirakan sekitar 150 ton nutrisi jatuh ke Bumi setiap tahunnya. Selain itu, hujan akan menjamin ketersediaan air bagi kehidupan di Bumi. Pasalnya, air segar yang langsung dapat dikonsumsi manusia adalah berupa air hujan.
Pada praktikum kali ini kita diperkenalkan alat untuk pengukuran arah dan kecepatan angin serta curah hujan. Anemometer untuk pengukuran arah dan kecepatan angin sedangkan Penakar Hujan Otomatis untuk mengukur curah hujan. Pengetahuan tentang alat dan kegunaannya akan semakin lengkap dan optimal dengan mengamati alat-alat tersebut dalam praktikum agroklimatologi.
Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup‑counter anemometer dalam keadaan bergerak.  (Anonim, 2010).
Arah angin biasa dinyatakan dengan arah dari mana angin tersebut datang, sedangkan kecepatan angin biasanya dinyatakan dalam satuan meter/detik, km/jam dan mil/jam. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin disebut Anemometer. Ada beberapa jenis anemometer : Anemometer mangkuk (cup anemometer), anemometer baling-baling (propeler anemometer) anemometer arus konstan (constan current anemometer). Namun yang umum digunakan adalah anemometer mangkuk. Kecepatan angin di alam biasanya dapat dikenali dengan tanda-tanda yang diakibatkan oleh tiupan angin tersebut (Soemeinaboedhy, 2006).
Faktor pendorong utama angin adalah gaya gradient tekanan. Gradien tekanan adalah perbedaan tekanan per satuan jarak dengan arah horizontal dan tegak lurus isobar. Makin besar gradient tekanan maka kecepatan angin makin besar. Untuk gradient yang sama, kecepatan angin ditentukan juga oleh letak geografis, ketinggiaan tempat dan waktu. Angin selalu bergerak karena perbedaan tekanan udara dan selalu dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Perbedaan tekanan ini disebabkan karena perbedaan suhu, perbedaan suhu ini antara lain adalah disebabkan karena perbedaan penerimaan radiasi. Disamping itu ada gaya sekunder yang mempengaruhi angin yaitu : Gaya Cariolis, gaya sentrifugal dan gaya gesekan (Bayong, 2005).
Curah hujan sebagai yang tercurah dari langit dan diukur oleh penakar hujan dengan luasan diameter tertentu merupakan kondisi air yang tercurah dalam suatu luasan tertentu. Dan untuk perhitungan kasar volume air yang jatuh dari langit dapat dihitung dengan mempertimbangkan luasan suatu daerah tertentu dikalikan dengan tinggi curah hujan yang terukur yang akan menghasilkan satuan volume air. Karena wilayah Indoneisa merupakan daerah tropis dengan intensitas hujan berbeda dari satu tempat ke tempat lain meskipun jaraknya sangat dekat (satuan kilometer), maka perhitungan besarnya intensitas hujan akan ditentukan oleh banyaknya penakar hujan. Dengan perhitungan secara hidrologis yang dikenal dengan planimetri akan dapat dihitung intensitas rata-rata dalam suatu kawasan. Hitungan ini umumnya digunakan untuk menghitung volume air hujan yang tercurah dari langit untuk kepentingan pembentukan embung dam atau waduk (Anonim, 2010).
Prinsip penakar hujan tipe Hellman  yaitu air hujan yang jatuh pada mulut penakar masuk ke dalam silinder. Di dalam silinder kolektor ini terdapat sebuah pelampung penggerak tangkaipena. Goresan pena diterima oleh silindeer pias. Silinder kolektor mempunyai daya tampung maksimum 10 mm. Tepat pada saat kolektor penuh, maka air senilai 10 mm ini tercurah habis melalui pipa pembuangan. Bersamaan dengan ini pelampunmg turun ke dasar dan pena kembali ke titik nol pada skala pias. Penakar ini umumnya mencatat periode hujan harian sehingga untuk menghitungnya : (X x 10mm) + Y mm ( Sutiknjo, 2005 ).
Cara Pemasangan
·     Anemometer
Anemometer dan arah angin harus dipasang di tempat yang bebas dari halangan, tetapi harus mewakili suatu lingkungan yang datanya diperlukan, serta alat harus dipasang vertikal dengan ketinggian tertentu dari permukaan tanah (biasanya 2 meter untuk klimatologi dan 10 meter untuk lapangan).
·     Penakar Curah Hujan Otomatis
Penakar  hujan tidak boleh dipasang pada tempat/tanah yang miring, di atas dinding atau bukit, harus dipasang di tempat yang datar dan aman bebas dari benda sekitar, jika terdapat benda di sekitarnya maka usahakan agar jarak benda terhadap penakar hujan paling sedikit satu kali lebih tinggi benda tersebut (dihitung dari bagian corong penakar hujan). Kemudian penakar hujan dipasang dengan jalan menyekrupnya dengan sebuah balok bulat yang sudah dicat putih dan ditanam pada pondasi beton.
Pada praktikum kita telah mengamati 2 alat yang mempunyai manfaat dalam bidang pertanian, yaitu anemometer dan penangkar curah hujan otomatis. Berdasarkan hasil pengamatan serta penjelasan dari Co. ass, dapat kita ketahui bahwa anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan arah angin, sedangkan curah hujan otomatis adalah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan.
Dapat diketahui pada alat pengukur kecepatan dan arah angin (anemometer) mempunyai bagian-bagian yang saling terkait antara satu dan lainnya sehingga bisa mengukur kecepatan dan arah angin. Bagian-bagian tersebut diantaranya yaitu bagian yang berfungsi mengukur arah angin, bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin dan bagian perekam yang dihubungkan ke komputer. Bagian yang berfungsi mengukur arah angin terdiri dari sensor vertikal dan bagian yang terkena angin. Sedangkan bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin terdiri dari baling-baling berbentuk Bangkok dan sensor vertikal. Sensor vertikal berfungsi memberi sensor atau data ke bagian perekam.
Mekanisme untuk bagian yang berfungsi mengukur arah angin yaitu, saat bagian yang terkena angin berputar karena angin, maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang diterimanya tersebut ke bagian perekam, kemudian bagian perekam akan menerjemahkan sensor tersebut menjadi data arah angin yang selanjutnya akan ditampilkan pada monitor komputer.
Sedangkan mekanisme untuk bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin, pada dasarnya sama dengan mekanisme pada bagian yang berfungsi mengukur arah angin. Pada saat baling-baling berputar karena tiupan angin maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang diterimanya tersebut ke bagian perekam, kemudian bagian perekam akan menerjemahkan sensor tersebut menjadi data kecepatan angin yang selanjutnya akan ditampilkan pada monitor komputer.
Selain alat pengukur kecepatan dan arah angin kita juga mengamati alat untuk mengukur curah hujan yng disebut dengan penakar curah hujan otomatis. Alat ini mempunyai bagian-bagian tersendiri yang masing-masing berfungsi dalam perhitungan curah hujan. Mulut penakar yang terdapat pada bagian atas alat ini berfungsi sebagai jalan masuknya air hujan. Pada mulut penakar terdapat penyaring yang berfungsi untuk menyaring air hujan. Di dalam alat ini juga sudah ada alat penampung air hujan yang disebut dengan tabung atau badan penakar. Alat ini mempunyai kabel untuk menyalurkan data ke komputer. Selain itu pada bagian bawah alat ini terdapat 2 bagian yang berfungsi sebagai alat pembaca yang dihubungkan langsung ke komputer, diamana curah hujan diterjemahkan menjadi data curah hujan. Pada bagian bawah juga terdapat saluran pembuangan, yang berfungsi sebagai saluran  pembuangan air hujan, jika sudah tidak digunakan lagi dalam pengukuran.
Pada bidang pertanian, alat-alat tersebut sangat dibutuhkan. Dalam bidang pertanian dibutuhkan pengetahuan tentang prakiraan masa tanam, untuk penanaman tanaman. Angin bisa mempengaruhi berbagai hal diantaranya yaitu  mempengaruhi perkembangbiakan tanaman, misalnya saja penyerbukan tanaman, mempengaruhi jatuhnya hujan di lahan pertanian pada suatu daerah. Selain itu juga angin mempengaruhi laju evapotranspirasi tanaman, mekanisme evapotranspirasi tersebut yaitu dipindahkannya uap air yang keluar, melaui pori-pori daun. Semakin besar kecepatan angin semakin besar pula laju evapotranspirasi yang terjadi pada tanaman tersebut sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi penyerapan unsur hara di dalam tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
Seperti yang dikatakan sebelumya, hujan juga dipengaruhi oleh angin. Pada saat curah hujan tinggi, biasanya penyebaran penyakit pada tanaman juga meningkat. Curah hujan juga berkaitan dengan irigasi atau pengairan suatu lahan pertanian. Oleh karena itu dengan mengetahui alat-alat klimatologi seperti anemometer dan curah hujan otomatis tersebut kita dapat memprakirakan keadaan yang tepat untuk menanam suatu jenis tanaman, karena masing-masing tanaman memeiliki respon yang bebeda-beda terhadap unsur cuaca seperti angin dan hujan tadi. 

DAFTAR PUSTAKA 
Anonim,2010. Instrumen Klimatologi. http://virgawati. files. wordpress. com/2008/05/ alat2 dibmg. ppt. Diakses pada tanggal 24 November 2010,  pukul 13:00 WITA. 
Soemeinaboedhy, Nyoman I,2006.Agroklimatologi.UPT Universitas Mataram: Mataram.  
Sutiknjo, Tutut D.2005. Petunjuk Praktikum Klimatologi.Fak. Pertanian Universitas Kediri: Kediri. 
 Tjasyono, Bayong. 2005. Klimatologi. ITB: Bandung

PERBEDAAN MANAGER DAN PEMIMPIN

Senin, 27 Desember 2010

| | |
Selama ini orang beranggapan bahwa seorang manajer sama dengan seorang pemimpin. Karena pada kenyataannya sering kali istilah manajer digunakan untuk menyebut seorang pemimpin. Akan tetapi,yang  sebenarnya adalah manajer dan pemimpin memiliki perbedaan dan memiliki peranan masing-masing. Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut berikut ini adalah Perbedaan Manajer dan Pemimpin yaitu sebagai berikut:

1.      Dalam hal perencanaan
Manajer akan merencanakan sesuatu berdasarkan hal-hal yang sifatnya prosedural, teknis, terarah, tegas, dan tidak bertele-tele namun jika pemimpin tidak merencanakan sesuatu karena pemimpin tidak merancang rencana prosedural, pemimpin lebih memiliki visi atau pandangan dalam perencanaannya.
2.      Dalam hal pengaruh
Manajer memiliki pengaruh hanya dalam batasan formal, yang artinya dia akan memiliki pengaruh ketika dia secara formal diberikan jabatan seorang manajer
kalau pemimpin memiliki pengaruh luas, kharismatik, dan energik dalam berpikir, bahkan ketika pemimpin itu sudah tidak jadi pemimpin lagi, pendapat-pendapatnya akan tetap di pertimbangkan dan diutamakan

3.         Dalam mengontrol organisasi dan anak buahnya         
Sang manajer akan cenderung malas untuk memberikan perhatian moral dalam mengontrol anak buahnya, namun justru lebih sering memberikan control yang sifatnya prosedural, seperti memberikan sanksi untuk memotivasi anak buahnya yang sudah menunjukkan gejala penurunan performa, hal ini berbeda dengan sang pemimpin, karena pemimpin(leader) justru akan memberikan kepedulian kepada anak buahnya jika performa anak buahnya menurun.

4.      Dalam mengatur sumber daya manusia di organisasinya          
Manajer akan memilih untuk memberikan perintah ini dan itu ketimbang menunggu anak buahnya melakukan sesuatu untuknya, misalnya manajer akan cenderung selalu memberikan tugas ini itu dan sebagainya, tugas itu biasanya terkesan menuntut jika pemimpin justru akan memberikan kekuatan wewenangnya untuk memberdayakan (empowering) anak buahnya, biasanya pemimpin akan menjelaskan keinginan yang berkaitan dengan organisasi dengan anak buahnya, tanpa menjelaskan bagaimana, apa, dan siapa yang harus merealisasikannya, namun justru anak buahnya akan dengan senang hati merealisasikannya untuknya

5.      Dalam hal tujuan yang ingin dicapai
Manajer memiliki tujuan yang jelas dan memiliki target kuantitatif, yaitu mendapatkan hasil yang sudah digariskan perusahaan atau organisasi miliknyanamun pemimpin akan lebih suka memperbaiki sistem di organisasinya yang ia rasakan kurang atau belum sempurna

6.      Dalam hal fungsi
Sesungguhnya antara pemimpin dan manajer memiliki fungsi yang berbeda. Seorang pemimpin memiliki fungsi dasar adalah mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan untuk bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi seorang manajer adalah managemen, yaitu kegiatan-kegiatan seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling).

7.      Dalam hal berkaitan dengan objeknya
Bila berhubungan dengan orang, maka kedudukan pemimpin dan manajer adalah sama, bahwa mereka adalah atasan dan yang menjadi obyek kedudukan mereka adalah bawahan. Tapi berhubungan dengan obyek ini juga ada perbedaan, bahwa pemimpin selalu dan hanya berhubungan dengan orang-orang/para bawahan, sedangkan manajer tidak. Manajer yang melakukan fungsi manajemen tidak selalu berhubungan dengan orang, tetapi juga bisa dengan berbagai hal lain yang tidak berbentuk orang, seperti waktu kemudian dikenal manajemen waktu, berhubungan dengan tujuan maka disebut dengan manajemen tujuan, dsb. Maka dari sini kita bisa menyimpulkan istilah manajer diberikan dikarenakan ia melakukan fungsi manajemen bukana karena semata-mata posisi dia sebagai atasan, karena itu juga ada tingkatan manajer, seperti manajer tingkat atas (top manajer), manajer tingkat menengah (midle manajer) dan manajer tingkat rendah (low manajer). Sedangkan seseorang disebut sebagai pemimpin/pimpinan semata-mata karena posisi dia sebagai atasan. Karena itu dalam kepemimpinan tidak dikenal dualisme kepemimpinan karena hanya akan memecah belah dan menghancurkan. Pemimpin haruslah satu.

8.      Dalam hal menjalankan fungsinya
Seorang manajer lebih sering memanfaatkan wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki kekuatan mengikat dengan dapat melakukan paksaan/hukuman untuk mengarahkan bawahan. Sedangkan seorang pemimpin lebih menekankan pengaruh/karisma yang dimilikinya sehingga bawahan secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia menstimulasi, memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang menginginkan bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman.

9.      Berdasarkan jalannya menjadi manajer atu pemimpin
Seorang manajer dipilih melalui jalur formal, seperti dipilih oleh komisaris atau direktur, sedangkan pemimpin biasanya berdasar pilihan dan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.

10.  Dalam hal menjalankan tugasnya
Bennis dan Nanus, dua orang pakar manajemen, dalam bukunya “Leaders” , membuat perbedaan antara manajer dan pemimpin. Manager menjalankan tugasnya dengan benar, sementara pemimpin melakukan sesuatu yang benar.

Penyakit Pada Tanaman Anggrek

Selasa, 07 Desember 2010

| | |
Curah hujan sangat tinggi, menyebabakan kelembaban relatif lebih tinggi dari biasanya. Jamur dan bakteri akan berkembang pesat. Untuk tanaman anggrek kondisi ini sangat tidak menguntungkan. Terutama  tanaman anggrek yang tidak memakai green house, alias dipelihara dialam terbuka dengan naungan paranet. Kurang ketelitian akan serangan jamur dan bakteri pada tanaman anggrek akan mematikan tanaman  karena penyebaran penyakit ini terjadi dengan cepat. Dan berikut ini adalah beberapa penyakit pada tanaman anggrek yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus:
1. Penyakit yang disebabkan oleh jamur(Cendawan)
Secara umum ditandai dengan rusaknya jaringan terutama pada daun. Pada daun bagian bawah terlihat noda-noda warna kuning dan spora jamurnya terlihat sebagai bintik-bintik warna coklat kehitaman. Kebanyakan jamur menyerang pangkal daun dan biasanya pada phalaenopsis, vanda, spathoglottis dan cymbidium. Dengan ciri, daun tampak seperti masih segar, tapi tiba-tiba terlepas karena pangkalnya membusuk dan berlendir.
  • Penyakit busuk hitam (bercak hitam). Disebabkan oleh jamur Phytophtora omnivora. Cirinya timbul warna hitam pada pangkal daun tanaman anggrek. Daun yang terserang terkulai lemas, karena pangkal daun yang menghitam akan melunak dan akhirnya membusuk.  Dapat dikendalikan dengan fungisida seperti baycor, benlate, vondoszeb 80 WP, Diethane M-45.
  • Penyakit busuk akar. Disebabkan oleh jamur Rhizoctania sp. Gejala tanaman anggrek yang terserang penyakit ini batangnya menipis dan membengkok serta daunnya rontok. Pada awalnya jamur ini menyerang leher akar anggrek yang kemudian menjalar ke batang tanaman. Pengendaliannya dengan fungisida seperti benlate, diethane M-45, vondoszeb 80 WP, baycor atau truban.
  • Penyakit layu fusarium. Disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Layu fusarium menyerang pada akar yang terluka, yaitu saat pindah tanam atau saat perbanyakan tanaman dengan membelah rimpang. Gejalanya tanaman anggrek yang terserang layu seperti kekurangan air, daunya menguning dan mengeriput. Mengatasinya saat pindah tanam akar dapat direndam dengan fungisida. Luka pada rimpang saat perbanyakan tanaman dapat diolesi antracol atau diethane M-45. Sedang penyemprotan dapat dilakukan dengan benlate.
2.Penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Biasanya daunlah yang paling menderita. Daun yang diserang warnanya menjadi lebih hijau, lembek dan berair. Selanjutnya bekas luka serangan menjadi bercak-bercak coklat seperti karat pada besi. Menyerang pada tanaman anggrek phalaenopsis, cattleya, dendrobium, paphiopedilum, cymbidium.
  • Penyakit busuk lunak (soft-rot). Penyakit ini ada yang menyebutnya busuk basah atau bonyok daun. Disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Daun yang terserang menjadi lunak, basah dan berubah wana menjadi hijau lebih gelap serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penyebarannya sangat cepat. Dalam tujuh hari sudah menjalar kepangkal daun dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Penyakit ini biasanya menyerang pada anggrek cattleya, phalaenopsis, paphiopedilum, cymbidium. Dapat disembuhkan dengan menyemprotkan cuprocide 54-J, Agrimycine, dengan catatan penyakit belum menyebar secara merata.
  • Penyakit bercak daun (leafspot). Disebut juga bacterium cattleya, karena sangat berbahaya pada tanaman anggrek cattleya. Tapi juga menyerang phalaenopsis dan kadang-kadang pada dendrobium serta paphiopedilum. Bakteri ini biasanya menyerang pada tunas baru dan menghancurkan mata tunas. Gejalanya terlihat bintik agak tua, berisi cairan dan cepat membesar, lalu berubah menjadi coklat tua agak kehitaman. Kondisi temperatur dan kelembaban yang mempercepat proses penyebaran. Dapat diatasi dengan Agrimycine atau cuprocide 54-J, asal tidak terlambat.
  • Penyakit busuk daun. Gejalanya dimulai infeksi pada ujung daun atau pangkal daun. Jaringan akan menjadi kuning keabuan yang akhirnya cerah atau bening. Tangkai daun menjadi kisut, namun tidak menjalar keseluruh tanaman. Bisa diatasi dengan menyemprot agrimycine atau cuprocide 54-J.
3. Penyakit akibat Virus
        Tidak ada cara pengobatan terhadap virus, hanya bersifat pencegahan agar tidak menular pada tanaman lainnya. Sekali tanaman terkena virus, maka selamanya tanaman tersebut terinfeksi, oleh sebab itu sebaiknya tanaman tersebut dimusnahkan.
  • Cymbidium Mosaic. Penyebabnya yaitu virus Cymbidium Mosaic. Sebenarnya penyakit ini salah nama, karena dapat menyerang semua jenis anggrek. Awalnya terdapat bintik2 kekuning2an sebagai akibat adanya sel yang mati, kemudian menjadi menghitam dan cekung. Bercak biasanya bulat biasa, kadangkala membentuk belah ketupat pada daun. Pada cattleya dan phalaenopsis ditandai dengan bercak ke-unguan, kemudian menjadi coklat juga setelah beberapa minggu. semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Pada daun yang sudah tua terdapat banyal bintik2 sebagai akibat terdapat jaringan yang mati. Pengendalian yaitu dengan memotong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Serta menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman.
  •  Bercak bercincin (TMV). Penyebabnya yaitu virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).
    Gejalanya timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Gejala lainnya hampir sama seperti Cymbidium Mosaic diatas. Pengendalian dengan cara motong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman. Perokok tidak boleh menangani tanaman sambil merokok.
Musim hujan memang merupakan musim yang subur bagi pertumbuhan penyakit jamur dan bakteri. Kewaspadaanlah yang dibutuhkan. Kontrol tanaman diperketat. Drainase dan sirkulasi udara diperbaiki. Lebih baik mengadakan pencegahan dini. Namun demikian bila memperlihatkan gejala-gejala serangan penyakit lebih awal dapat terdeteksi. Isolasikan tanaman-tanaman anggrek yang terserang penyakit, untuk menghindari penyebaran yang lebih luas. Bila ada tanaman yang parah, potong bagian yang terserang dan musnahkan. Kemudian peralatan yang digunakan disterilisasi agar tidak menginfeksi tanaman yang sehat. Langkah selanjutnya adalah obati tanaman yang terserang sesuai dengan deteksi indikasi penyakitnya.

Pengukuran Kecepatan Angin, Arah Angin dan Curah Hujan

1 komentar
Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen ekosistem alam, sehingga segala kegiatan dipermukaan bumi tidak lepas dari pengaruh cuaca dan iklim. Ada 3 komponen yang saling pengaruh-mempengaruhi yaitu soil, plant, atmosphere (tanah-tumbuhan-atmosfir). Dalam dunia pertanian sasaran utamanya adalah mengelola tanaman beserta faktor lingkungannya untuk mendapatkan hasil yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Salah satu unsur cuaca seperti angin, dapat juga mempengaruhi hasil dari pertanian itu sendiri. Angin sangat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan dari tanaman tersebut, karena angin bisa membantu proses perkembangbiakan tanaman-tanaman pertanian. Angin sangat berpengaruh pada curah hujan suatu daerah, karena yang menentukan dimana hujan turun adalah angin yang menghembuskan awan mendung ke suatu daerah.
Bentuk presiritasi terpenting di Indonesia adalah hujan karena pengaruhnya terhadap bidang pertanian sangat luas, curah hujan daerah satu dengan daerah yang lainnya berbeda-beda tergantung dari kondisi lingkungannya. Data hidrologi semacam curah hujan, sangat perlu untuk memperkirakan kabutuhan air di lahan pertanian. Ini terkait untuk mendukung program ketahanan pangan di daerah pertanian. Suburnya lahan pertanian di sebagian besar dataran sangatlah bergantung dari limpahan air hujan. Dengan adanya air hujan, diperkirakan sekitar 150 ton nutrisi jatuh ke Bumi setiap tahunnya. Selain itu, hujan akan menjamin ketersediaan air bagi kehidupan di Bumi. Pasalnya, air segar yang langsung dapat dikonsumsi manusia adalah berupa air hujan.
Pada praktikum kali ini kita diperkenalkan alat untuk pengukuran arah dan kecepatan angin serta curah hujan. Anemometer untuk pengukuran arah dan kecepatan angin sedangkan Penakar Hujan Otomatis untuk mengukur curah hujan. Pengetahuan tentang alat dan kegunaannya akan semakin lengkap dan optimal dengan mengamati alat-alat tersebut dalam praktikum agroklimatologi.
Angin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup‑counter anemometer dalam keadaan bergerak.  (Anonim, 2010).
Arah angin biasa dinyatakan dengan arah dari mana angin tersebut datang, sedangkan kecepatan angin biasanya dinyatakan dalam satuan meter/detik, km/jam dan mil/jam. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin disebut Anemometer. Ada beberapa jenis anemometer : Anemometer mangkuk (cup anemometer), anemometer baling-baling (propeler anemometer) anemometer arus konstan (constan current anemometer). Namun yang umum digunakan adalah anemometer mangkuk. Kecepatan angin di alam biasanya dapat dikenali dengan tanda-tanda yang diakibatkan oleh tiupan angin tersebut (Soemeinaboedhy, 2006).
Faktor pendorong utama angin adalah gaya gradient tekanan. Gradien tekanan adalah perbedaan tekanan per satuan jarak dengan arah horizontal dan tegak lurus isobar. Makin besar gradient tekanan maka kecepatan angin makin besar. Untuk gradient yang sama, kecepatan angin ditentukan juga oleh letak geografis, ketinggiaan tempat dan waktu. Angin selalu bergerak karena perbedaan tekanan udara dan selalu dari tekanan udara tinggi ke tekanan udara rendah. Perbedaan tekanan ini disebabkan karena perbedaan suhu, perbedaan suhu ini antara lain adalah disebabkan karena perbedaan penerimaan radiasi. Disamping itu ada gaya sekunder yang mempengaruhi angin yaitu : Gaya Cariolis, gaya sentrifugal dan gaya gesekan (Bayong, 2005).
Curah hujan sebagai yang tercurah dari langit dan diukur oleh penakar hujan dengan luasan diameter tertentu merupakan kondisi air yang tercurah dalam suatu luasan tertentu. Dan untuk perhitungan kasar volume air yang jatuh dari langit dapat dihitung dengan mempertimbangkan luasan suatu daerah tertentu dikalikan dengan tinggi curah hujan yang terukur yang akan menghasilkan satuan volume air. Karena wilayah Indoneisa merupakan daerah tropis dengan intensitas hujan berbeda dari satu tempat ke tempat lain meskipun jaraknya sangat dekat (satuan kilometer), maka perhitungan besarnya intensitas hujan akan ditentukan oleh banyaknya penakar hujan. Dengan perhitungan secara hidrologis yang dikenal dengan planimetri akan dapat dihitung intensitas rata-rata dalam suatu kawasan. Hitungan ini umumnya digunakan untuk menghitung volume air hujan yang tercurah dari langit untuk kepentingan pembentukan embung dam atau waduk (Anonim, 2010).
Prinsip penakar hujan tipe Hellman  yaitu air hujan yang jatuh pada mulut penakar masuk ke dalam silinder. Di dalam silinder kolektor ini terdapat sebuah pelampung penggerak tangkaipena. Goresan pena diterima oleh silindeer pias. Silinder kolektor mempunyai daya tampung maksimum 10 mm. Tepat pada saat kolektor penuh, maka air senilai 10 mm ini tercurah habis melalui pipa pembuangan. Bersamaan dengan ini pelampunmg turun ke dasar dan pena kembali ke titik nol pada skala pias. Penakar ini umumnya mencatat periode hujan harian sehingga untuk menghitungnya : (X x 10mm) + Y mm ( Sutiknjo, 2005 ).
Cara Pemasangan
·     Anemometer
Anemometer dan arah angin harus dipasang di tempat yang bebas dari halangan, tetapi harus mewakili suatu lingkungan yang datanya diperlukan, serta alat harus dipasang vertikal dengan ketinggian tertentu dari permukaan tanah (biasanya 2 meter untuk klimatologi dan 10 meter untuk lapangan).
·     Penakar Curah Hujan Otomatis
Penakar  hujan tidak boleh dipasang pada tempat/tanah yang miring, di atas dinding atau bukit, harus dipasang di tempat yang datar dan aman bebas dari benda sekitar, jika terdapat benda di sekitarnya maka usahakan agar jarak benda terhadap penakar hujan paling sedikit satu kali lebih tinggi benda tersebut (dihitung dari bagian corong penakar hujan). Kemudian penakar hujan dipasang dengan jalan menyekrupnya dengan sebuah balok bulat yang sudah dicat putih dan ditanam pada pondasi beton.
Pada praktikum kita telah mengamati 2 alat yang mempunyai manfaat dalam bidang pertanian, yaitu anemometer dan penangkar curah hujan otomatis. Berdasarkan hasil pengamatan serta penjelasan dari Co. ass, dapat kita ketahui bahwa anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan arah angin, sedangkan curah hujan otomatis adalah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan.
Dapat diketahui pada alat pengukur kecepatan dan arah angin (anemometer) mempunyai bagian-bagian yang saling terkait antara satu dan lainnya sehingga bisa mengukur kecepatan dan arah angin. Bagian-bagian tersebut diantaranya yaitu bagian yang berfungsi mengukur arah angin, bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin dan bagian perekam yang dihubungkan ke komputer. Bagian yang berfungsi mengukur arah angin terdiri dari sensor vertikal dan bagian yang terkena angin. Sedangkan bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin terdiri dari baling-baling berbentuk Bangkok dan sensor vertikal. Sensor vertikal berfungsi memberi sensor atau data ke bagian perekam.
Mekanisme untuk bagian yang berfungsi mengukur arah angin yaitu, saat bagian yang terkena angin berputar karena angin, maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang diterimanya tersebut ke bagian perekam, kemudian bagian perekam akan menerjemahkan sensor tersebut menjadi data arah angin yang selanjutnya akan ditampilkan pada monitor komputer.
Sedangkan mekanisme untuk bagian yang berfungsi mengukur kecepatan angin, pada dasarnya sama dengan mekanisme pada bagian yang berfungsi mengukur arah angin. Pada saat baling-baling berputar karena tiupan angin maka sensor vertikal akan meneruskan sensor yang diterimanya tersebut ke bagian perekam, kemudian bagian perekam akan menerjemahkan sensor tersebut menjadi data kecepatan angin yang selanjutnya akan ditampilkan pada monitor komputer.
Selain alat pengukur kecepatan dan arah angin kita juga mengamati alat untuk mengukur curah hujan yng disebut dengan penakar curah hujan otomatis. Alat ini mempunyai bagian-bagian tersendiri yang masing-masing berfungsi dalam perhitungan curah hujan. Mulut penakar yang terdapat pada bagian atas alat ini berfungsi sebagai jalan masuknya air hujan. Pada mulut penakar terdapat penyaring yang berfungsi untuk menyaring air hujan. Di dalam alat ini juga sudah ada alat penampung air hujan yang disebut dengan tabung atau badan penakar. Alat ini mempunyai kabel untuk menyalurkan data ke komputer. Selain itu pada bagian bawah alat ini terdapat 2 bagian yang berfungsi sebagai alat pembaca yang dihubungkan langsung ke komputer, diamana curah hujan diterjemahkan menjadi data curah hujan. Pada bagian bawah juga terdapat saluran pembuangan, yang berfungsi sebagai saluran  pembuangan air hujan, jika sudah tidak digunakan lagi dalam pengukuran.
Pada bidang pertanian, alat-alat tersebut sangat dibutuhkan. Dalam bidang pertanian dibutuhkan pengetahuan tentang prakiraan masa tanam, untuk penanaman tanaman. Angin bisa mempengaruhi berbagai hal diantaranya yaitu  mempengaruhi perkembangbiakan tanaman, misalnya saja penyerbukan tanaman, mempengaruhi jatuhnya hujan di lahan pertanian pada suatu daerah. Selain itu juga angin mempengaruhi laju evapotranspirasi tanaman, mekanisme evapotranspirasi tersebut yaitu dipindahkannya uap air yang keluar, melaui pori-pori daun. Semakin besar kecepatan angin semakin besar pula laju evapotranspirasi yang terjadi pada tanaman tersebut sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi penyerapan unsur hara di dalam tanah yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.
Seperti yang dikatakan sebelumya, hujan juga dipengaruhi oleh angin. Pada saat curah hujan tinggi, biasanya penyebaran penyakit pada tanaman juga meningkat. Curah hujan juga berkaitan dengan irigasi atau pengairan suatu lahan pertanian. Oleh karena itu dengan mengetahui alat-alat klimatologi seperti anemometer dan curah hujan otomatis tersebut kita dapat memprakirakan keadaan yang tepat untuk menanam suatu jenis tanaman, karena masing-masing tanaman memeiliki respon yang bebeda-beda terhadap unsur cuaca seperti angin dan hujan tadi. 

DAFTAR PUSTAKA 
Anonim,2010. Instrumen Klimatologi. http://virgawati. files. wordpress. com/2008/05/ alat2 dibmg. ppt. Diakses pada tanggal 24 November 2010,  pukul 13:00 WITA. 
Soemeinaboedhy, Nyoman I,2006.Agroklimatologi.UPT Universitas Mataram: Mataram.  
Sutiknjo, Tutut D.2005. Petunjuk Praktikum Klimatologi.Fak. Pertanian Universitas Kediri: Kediri. 
 Tjasyono, Bayong. 2005. Klimatologi. ITB: Bandung

PERBEDAAN MANAGER DAN PEMIMPIN

Selama ini orang beranggapan bahwa seorang manajer sama dengan seorang pemimpin. Karena pada kenyataannya sering kali istilah manajer digunakan untuk menyebut seorang pemimpin. Akan tetapi,yang  sebenarnya adalah manajer dan pemimpin memiliki perbedaan dan memiliki peranan masing-masing. Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut berikut ini adalah Perbedaan Manajer dan Pemimpin yaitu sebagai berikut:

1.      Dalam hal perencanaan
Manajer akan merencanakan sesuatu berdasarkan hal-hal yang sifatnya prosedural, teknis, terarah, tegas, dan tidak bertele-tele namun jika pemimpin tidak merencanakan sesuatu karena pemimpin tidak merancang rencana prosedural, pemimpin lebih memiliki visi atau pandangan dalam perencanaannya.
2.      Dalam hal pengaruh
Manajer memiliki pengaruh hanya dalam batasan formal, yang artinya dia akan memiliki pengaruh ketika dia secara formal diberikan jabatan seorang manajer
kalau pemimpin memiliki pengaruh luas, kharismatik, dan energik dalam berpikir, bahkan ketika pemimpin itu sudah tidak jadi pemimpin lagi, pendapat-pendapatnya akan tetap di pertimbangkan dan diutamakan

3.         Dalam mengontrol organisasi dan anak buahnya         
Sang manajer akan cenderung malas untuk memberikan perhatian moral dalam mengontrol anak buahnya, namun justru lebih sering memberikan control yang sifatnya prosedural, seperti memberikan sanksi untuk memotivasi anak buahnya yang sudah menunjukkan gejala penurunan performa, hal ini berbeda dengan sang pemimpin, karena pemimpin(leader) justru akan memberikan kepedulian kepada anak buahnya jika performa anak buahnya menurun.

4.      Dalam mengatur sumber daya manusia di organisasinya          
Manajer akan memilih untuk memberikan perintah ini dan itu ketimbang menunggu anak buahnya melakukan sesuatu untuknya, misalnya manajer akan cenderung selalu memberikan tugas ini itu dan sebagainya, tugas itu biasanya terkesan menuntut jika pemimpin justru akan memberikan kekuatan wewenangnya untuk memberdayakan (empowering) anak buahnya, biasanya pemimpin akan menjelaskan keinginan yang berkaitan dengan organisasi dengan anak buahnya, tanpa menjelaskan bagaimana, apa, dan siapa yang harus merealisasikannya, namun justru anak buahnya akan dengan senang hati merealisasikannya untuknya

5.      Dalam hal tujuan yang ingin dicapai
Manajer memiliki tujuan yang jelas dan memiliki target kuantitatif, yaitu mendapatkan hasil yang sudah digariskan perusahaan atau organisasi miliknyanamun pemimpin akan lebih suka memperbaiki sistem di organisasinya yang ia rasakan kurang atau belum sempurna

6.      Dalam hal fungsi
Sesungguhnya antara pemimpin dan manajer memiliki fungsi yang berbeda. Seorang pemimpin memiliki fungsi dasar adalah mengarahkan dan menggerakkan seluruh bawahan untuk bergerak pada arah yang sama yaitu tujuan. Sedangkan fungsi seorang manajer adalah managemen, yaitu kegiatan-kegiatan seputar perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), penempatan staff (staffing), pengarahan (directing) dan kontrol (controlling).

7.      Dalam hal berkaitan dengan objeknya
Bila berhubungan dengan orang, maka kedudukan pemimpin dan manajer adalah sama, bahwa mereka adalah atasan dan yang menjadi obyek kedudukan mereka adalah bawahan. Tapi berhubungan dengan obyek ini juga ada perbedaan, bahwa pemimpin selalu dan hanya berhubungan dengan orang-orang/para bawahan, sedangkan manajer tidak. Manajer yang melakukan fungsi manajemen tidak selalu berhubungan dengan orang, tetapi juga bisa dengan berbagai hal lain yang tidak berbentuk orang, seperti waktu kemudian dikenal manajemen waktu, berhubungan dengan tujuan maka disebut dengan manajemen tujuan, dsb. Maka dari sini kita bisa menyimpulkan istilah manajer diberikan dikarenakan ia melakukan fungsi manajemen bukana karena semata-mata posisi dia sebagai atasan, karena itu juga ada tingkatan manajer, seperti manajer tingkat atas (top manajer), manajer tingkat menengah (midle manajer) dan manajer tingkat rendah (low manajer). Sedangkan seseorang disebut sebagai pemimpin/pimpinan semata-mata karena posisi dia sebagai atasan. Karena itu dalam kepemimpinan tidak dikenal dualisme kepemimpinan karena hanya akan memecah belah dan menghancurkan. Pemimpin haruslah satu.

8.      Dalam hal menjalankan fungsinya
Seorang manajer lebih sering memanfaatkan wewenang dan kekuasaan jabatan secara struktural yang memiliki kekuatan mengikat dengan dapat melakukan paksaan/hukuman untuk mengarahkan bawahan. Sedangkan seorang pemimpin lebih menekankan pengaruh/karisma yang dimilikinya sehingga bawahan secara sadar untuk mengikuti arahan sang pemimpin. Ia menstimulasi, memfasiltasi, dan berpastisipasi dalam setiap kegiatan yang menginginkan bawahan mengikutinya. Tidak dengan hadiah, paksaan atau hukuman.

9.      Berdasarkan jalannya menjadi manajer atu pemimpin
Seorang manajer dipilih melalui jalur formal, seperti dipilih oleh komisaris atau direktur, sedangkan pemimpin biasanya berdasar pilihan dan kontrak sosial dengan anggota atau bawahan.

10.  Dalam hal menjalankan tugasnya
Bennis dan Nanus, dua orang pakar manajemen, dalam bukunya “Leaders” , membuat perbedaan antara manajer dan pemimpin. Manager menjalankan tugasnya dengan benar, sementara pemimpin melakukan sesuatu yang benar.

Penyakit Pada Tanaman Anggrek

Curah hujan sangat tinggi, menyebabakan kelembaban relatif lebih tinggi dari biasanya. Jamur dan bakteri akan berkembang pesat. Untuk tanaman anggrek kondisi ini sangat tidak menguntungkan. Terutama  tanaman anggrek yang tidak memakai green house, alias dipelihara dialam terbuka dengan naungan paranet. Kurang ketelitian akan serangan jamur dan bakteri pada tanaman anggrek akan mematikan tanaman  karena penyebaran penyakit ini terjadi dengan cepat. Dan berikut ini adalah beberapa penyakit pada tanaman anggrek yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan virus:
1. Penyakit yang disebabkan oleh jamur(Cendawan)
Secara umum ditandai dengan rusaknya jaringan terutama pada daun. Pada daun bagian bawah terlihat noda-noda warna kuning dan spora jamurnya terlihat sebagai bintik-bintik warna coklat kehitaman. Kebanyakan jamur menyerang pangkal daun dan biasanya pada phalaenopsis, vanda, spathoglottis dan cymbidium. Dengan ciri, daun tampak seperti masih segar, tapi tiba-tiba terlepas karena pangkalnya membusuk dan berlendir.
  • Penyakit busuk hitam (bercak hitam). Disebabkan oleh jamur Phytophtora omnivora. Cirinya timbul warna hitam pada pangkal daun tanaman anggrek. Daun yang terserang terkulai lemas, karena pangkal daun yang menghitam akan melunak dan akhirnya membusuk.  Dapat dikendalikan dengan fungisida seperti baycor, benlate, vondoszeb 80 WP, Diethane M-45.
  • Penyakit busuk akar. Disebabkan oleh jamur Rhizoctania sp. Gejala tanaman anggrek yang terserang penyakit ini batangnya menipis dan membengkok serta daunnya rontok. Pada awalnya jamur ini menyerang leher akar anggrek yang kemudian menjalar ke batang tanaman. Pengendaliannya dengan fungisida seperti benlate, diethane M-45, vondoszeb 80 WP, baycor atau truban.
  • Penyakit layu fusarium. Disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Layu fusarium menyerang pada akar yang terluka, yaitu saat pindah tanam atau saat perbanyakan tanaman dengan membelah rimpang. Gejalanya tanaman anggrek yang terserang layu seperti kekurangan air, daunya menguning dan mengeriput. Mengatasinya saat pindah tanam akar dapat direndam dengan fungisida. Luka pada rimpang saat perbanyakan tanaman dapat diolesi antracol atau diethane M-45. Sedang penyemprotan dapat dilakukan dengan benlate.
2.Penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
Biasanya daunlah yang paling menderita. Daun yang diserang warnanya menjadi lebih hijau, lembek dan berair. Selanjutnya bekas luka serangan menjadi bercak-bercak coklat seperti karat pada besi. Menyerang pada tanaman anggrek phalaenopsis, cattleya, dendrobium, paphiopedilum, cymbidium.
  • Penyakit busuk lunak (soft-rot). Penyakit ini ada yang menyebutnya busuk basah atau bonyok daun. Disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Daun yang terserang menjadi lunak, basah dan berubah wana menjadi hijau lebih gelap serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Penyebarannya sangat cepat. Dalam tujuh hari sudah menjalar kepangkal daun dan dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Penyakit ini biasanya menyerang pada anggrek cattleya, phalaenopsis, paphiopedilum, cymbidium. Dapat disembuhkan dengan menyemprotkan cuprocide 54-J, Agrimycine, dengan catatan penyakit belum menyebar secara merata.
  • Penyakit bercak daun (leafspot). Disebut juga bacterium cattleya, karena sangat berbahaya pada tanaman anggrek cattleya. Tapi juga menyerang phalaenopsis dan kadang-kadang pada dendrobium serta paphiopedilum. Bakteri ini biasanya menyerang pada tunas baru dan menghancurkan mata tunas. Gejalanya terlihat bintik agak tua, berisi cairan dan cepat membesar, lalu berubah menjadi coklat tua agak kehitaman. Kondisi temperatur dan kelembaban yang mempercepat proses penyebaran. Dapat diatasi dengan Agrimycine atau cuprocide 54-J, asal tidak terlambat.
  • Penyakit busuk daun. Gejalanya dimulai infeksi pada ujung daun atau pangkal daun. Jaringan akan menjadi kuning keabuan yang akhirnya cerah atau bening. Tangkai daun menjadi kisut, namun tidak menjalar keseluruh tanaman. Bisa diatasi dengan menyemprot agrimycine atau cuprocide 54-J.
3. Penyakit akibat Virus
        Tidak ada cara pengobatan terhadap virus, hanya bersifat pencegahan agar tidak menular pada tanaman lainnya. Sekali tanaman terkena virus, maka selamanya tanaman tersebut terinfeksi, oleh sebab itu sebaiknya tanaman tersebut dimusnahkan.
  • Cymbidium Mosaic. Penyebabnya yaitu virus Cymbidium Mosaic. Sebenarnya penyakit ini salah nama, karena dapat menyerang semua jenis anggrek. Awalnya terdapat bintik2 kekuning2an sebagai akibat adanya sel yang mati, kemudian menjadi menghitam dan cekung. Bercak biasanya bulat biasa, kadangkala membentuk belah ketupat pada daun. Pada cattleya dan phalaenopsis ditandai dengan bercak ke-unguan, kemudian menjadi coklat juga setelah beberapa minggu. semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau lingkaran. Pada daun yang sudah tua terdapat banyal bintik2 sebagai akibat terdapat jaringan yang mati. Pengendalian yaitu dengan memotong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Serta menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman.
  •  Bercak bercincin (TMV). Penyebabnya yaitu virus TMV (Tobacco Mosaic Virus).
    Gejalanya timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Gejala lainnya hampir sama seperti Cymbidium Mosaic diatas. Pengendalian dengan cara motong dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi menstrerilkan semua alat potong dan alat lain untuk tanaman. Perokok tidak boleh menangani tanaman sambil merokok.
Musim hujan memang merupakan musim yang subur bagi pertumbuhan penyakit jamur dan bakteri. Kewaspadaanlah yang dibutuhkan. Kontrol tanaman diperketat. Drainase dan sirkulasi udara diperbaiki. Lebih baik mengadakan pencegahan dini. Namun demikian bila memperlihatkan gejala-gejala serangan penyakit lebih awal dapat terdeteksi. Isolasikan tanaman-tanaman anggrek yang terserang penyakit, untuk menghindari penyebaran yang lebih luas. Bila ada tanaman yang parah, potong bagian yang terserang dan musnahkan. Kemudian peralatan yang digunakan disterilisasi agar tidak menginfeksi tanaman yang sehat. Langkah selanjutnya adalah obati tanaman yang terserang sesuai dengan deteksi indikasi penyakitnya.