Materi Dasar-Dasar Manajemen second

Senin, 12 November 2012

| | |
  Aliran dasar manajemen yaitu sebagai berikut:
1.   Aliran manajemen ilmiah
Aliran ini dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor dan Henry R. towne. Henry R. towne memperkenalkannya dalam tulisannya yang berjudul “ The Engineer as an Economist” sedangkan Frederick Winslow Taylor menytakan bahwa aliran manjemen ilmiah ini pada dasarnya berusaha megenali tanggung jawab serta tugas-tugas khusus manajemen. Inti dari manajemen ilmiah itu sendiri adalah :
§  Dengan menggunakan metode ilmiah unsur-unsur kerja manusia tidak lagi menggunakan intuisi.
§  Mengidentifikasi fungsi manajemen dalam pekerjaan merencanakan; jadi kita tidak membiarkan buruh memilih sendiri cara-cara pengerjaan.
§  Memilih dan melatih buruh serta mengembangkan kerjasama; dengan hal tersebut jadi dihindari usaha-usaha individual para pekerja.
§  Membagi kerja antar manejemen dan pekerja, sehingga masing-masing dapat melaksanakan tugas – tugasnya sesuai dengan kemampuannya sehingga diharapkan bertambahnya efisiensi.
Jika metode ini dilakukan maka usaha yang dijalankan akan terhindar dari pemborosan, menempatkan pekerja pada tugasnya sesuai dengan kemampuannya, selain itu juga melatih pekerja agar dapat memenuhi persyaratan – persyaratan yang diminta, spesialisasi kegiatan dan penciptaan standar-standar hasil kerja.
Seiring munculnya ilmu yang menitikberatkan pada segi psikologis pekerja dan peranan aspek moral dalam produksi, menciptakan sistem pengupahan, menciptakan sistem schedule produksi, aliran ini juga menyumbang banyak dalam perkembangan manajemen praktis. Ditambah lagi dengan peranan Frank Gilbreth yang menyelidiki tentang gerak kerja serta Lilian Gilberth yang memperlakukan unsur waktu dan psikologis pekerja.
2.  Teori organisasi
Henry fayol merupakan pelopor teori ini, dia berusaha mengemukakan prinsip-prinsip umum universal manajemen. Teori organisasi dikenal juga sebagai aliran tradisional dasar manajemen. Fayol mendefinisikan fungsi manajemen atau administrasi adalah merencana, mengorganisir (baik orang maupun bahan), memerintah, mengkoordinir, dan mengawasi. Selanjutnya dia mengemukakan bahwa:
1.       Wewenang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab
2.      Wewenang itu sama dengan tanggung jawab
3.     Harus ada kesatuan perintah
4.     Harus ada kesatuan pengarahan
5.      Harus ada orang yang dilapori kegiatan
6.     Harus ada pembagian kerja
7.      Harus ada disiplin
8.    Kepentingan individu berada dibawah kepentingan organisasi; perlunya sentralisasi, perlu keteraturan dalam waktu, tempat dan lainnya, perlu kesamaan (keadilan dan unsur mengasihi), perlu stabilitas personalia dengan pejabat-pejabat yang berpindah-pindah dalam waktu pendek, perlu adanya inisiatif dan perlu diciptakan rasa bersama serta senasib.
3.   Aliran tingkah laku
Pada dasarnya aliran ini didasari oleh penelitian-penelitian yang mendalam. Mayo dan Roethlisberger menyatakan bahwa produktivitas pekerja itu tidak dipengaruhi oleh sarana kerja mereka tapi dipengaruhi oleh perubahan – perubahan sosialnya, psychologis yang dialami pekerja. Sehingga mereka mengadakan reaksi yang berlainan. Mayo selanjutnya mengatakan bahwa akibat industri alisasi dengan adanya spesialisasi dan ditiadakannya kontak empat mata antara pekerja dan manajemen, ada frustasi dan pengrusakan jiwa.
Dalam hal ini manajemen membantu membuat kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan hubungan – hubungan atau terjalinnya komunikasi yang baik antara pekerja dan manjemen, sehingga akan menciptakan rasa nyaman dalam bekerja baik untuk pekerja maupun manajemen. Hal tersebut tentunya akan menciptakan kerja sama yang baik sehingga akan dicapai tujuan secara efektif dan efisien. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Kun Lewin. Dia mengembangkan teori dinamika kelompok (group dynamics) dengan membagi kelompok dalam 2 jenis yaitu kelompok berdasarkan unsur-unsur demokratis dan otokratis. Ia menyatakan bahwa kelompok demokratis lebih produktif dalam pencapaian tujuan-tujuan kelompok
4. Aliran akuntansi manajemen dan Ekonomi manajemen
Aliran akuntasi dan ekonomi manajemen sangat berpengaruh terutama dalam kegiatan pengambilan keputusan terutama dalam pemanfaatan sumber - sumber daya yang relatif terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.
5.  Aliran kuantitatif
Aliran ini menggunakan data angka, matematika, statistik dala membantu manajemen untuk memecahkan persoalan – persoalan yang dihadapinya.

·        Adapun pembagian aliran manajemen menurut Johhn G. Hutchinson  adalah sebagai berikut:
1.    Aliran proses nanajemen
Aliran ini menganalisa manajemen dan pada pokoknya berpendapat bahwa:
a. Manajemen adalah suatu proses yang secara intelektual dapat dibagi-bagi dengan cara menganalisa fungsi manajemen
b.  Pengalaman yang sebelumnya dalam situasi berbagai bidang usaha dapat mendestilasi beberapa dalil fundamental atau prinsip-prinsip yang dapat menjelaskan manajemen serta dapat memberi pengertian dan perbaikan dalam memimpin usaha.
c.      Keyakinan terhadap pengalaman sebelumnya yang dapat memberikan tambahan berupa pengertian dan perbaikan, dapat menjadi pusat perhatian dalam riset serta dapat menentukan kebenaran dan perbaikan dalam bidang penerapannya.
d.     Prinsip-prinsip ini dapat menjadi unsur suatu teori manajemen.
e.  Manajemen adalah suatus eni yang dapat diperbaiki jika dasarnya adalah prinsip yang sehat
f.  Prinsip-prinsip manajemen adalah benar apabila situasinya dalam keadaan sama seperti pada waktu prinsip itu diambil.
g.  Walaupun sudah banyak faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan manajer, namun teori manajemen tidak perlu meliputi semua pengetahuan untuk dapat dijadikan dasar ilmiah bagi teori manajemen.
2.   Aliran empiris
Aliran ini mempelajari manajemen berdasarkan pengalaman yang sbelumnya atau yang telah lampau. Aliran ini melihat manajemen, dengan mempelajari dan menganalisa maslah-masalah khusus. Dengan mempelajari pengalaman-pengalaman  yang sukses dan kesalahan-kesalahan yang dibuat manajemen dalam masalah khusus serta pemecahan masalahnya, orang akan mengerti dan belajar teknik yang efektif pada situasi yang sama atau hampir sama.
3.   Aliran sistem sosial
Aliran ini melihat manajemen sebagai suatu sitem interrelasi cultural. Terkadang suatu sistem dibatasi organisasi yang formal. Aliran ini menyatakan gejala manajemen sama dengan gejala sosial. Dimana orang perlu mengadakan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Kerja sama itu didasarkan pada kebutuhan individu untuk mengatasi pembatasan biologis, fisik maupun sosialnya. Kemudian dalam kerja sama tersebut terdapat komunikasi antara orang yang satu dengan yang lainnya melalui komunikasi tersebut maka akan tercipta suatu kesadaran atau kesepakatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
4.   Aliran tingkah laku manusia
Aliran ini berpendapat bahwa pencapaian tujuan akan terlaksana dengan adanya bantuan orang lain. Artinya manajemen juga memerlukan hubungan antar orang agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Aliran tingkah laku manusia ini dikenal juga sebagai penelaahan Human relation atau Behavior scienence approach.
5.   Aliran teori keputusan
Aliran ini didasarkan pada proses pengambilan keputusan yaitu memilih suatu tindakan atau ide dari berbagai alternatif yang ada. Selain itu aliran ini juga menganalisa siapa yang mengambil keputusan dan bagaimana cara pelaksanaannya.
6.   Aliran matematis
Aliran ini melihat manajemen sebagai suatu sistem matemati yang lengkap dengan model prosesnya. Manajemen meruapakn proses yang logis yang dapat diinterpretasikan dalam simbol-simbol dan hubungan matematik. Titik berat aliran ini adalah model yang diperuntukkan guna memecahkan masalah. Misalnya seseorang mengahadapi suatu masalah, terlebih dauhulu orang tersebut menentukan model matematiknya, kemudian setelah model matematiknya ditemukan, orang tersebut baru dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

Arti manajemen
1.    Manajemen sebagai Fungsi
Menurut Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprojo, M. Com. manajemen sebagai fungsi adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir, serta mangawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dean efisien.
Dalam setiap kegiatan perusahaan perlu direncanakan, diorganisir, diarahkan, dikoordinir, dan diawasi agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Cara mengatur kegiatan dalam perusahaan berkembang setiap waktu karne adanya penelitian dan pengembangan.
2.   Manajemen sebagai Peranan
Menurut Henry Mintzberg perilaku manajemen memiliki karakteristik :
a.Hubungan antarpribadi baik dengan komunikasi lisan maupun tertulis;
b.Pemrosesan informasi, yaitu member, menerima, dan menganalisis informasi;
c.Pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
3.   Manajemen sebagai Keterampilan
Menurut Robert. L., keterampilan manajemen dikelompokkan kedalam:
a. Keterampilan teknis yaitu kemampuan memanfaatkan keahlian atau kepakaran khusus bertahan dengan metode, proses, atau prosedur, keterampilan bisa dipelajari, dilatihkan atau berdasar pengalaman.
b.  Keterampilan manusiawi yaitu kemampuan bekerja secara efektif dalam hubungan antarpribadi, kerja sama dengan orang lain mudah.
c.   Keterampilan konseptual yaitu kemampuan melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan dan memecahkan masalah demi sistem sebagai suatu kesatuan.


0 komentar:

Posting Komentar

Materi Dasar-Dasar Manajemen second

  Aliran dasar manajemen yaitu sebagai berikut:
1.   Aliran manajemen ilmiah
Aliran ini dipelopori oleh Frederick Winslow Taylor dan Henry R. towne. Henry R. towne memperkenalkannya dalam tulisannya yang berjudul “ The Engineer as an Economist” sedangkan Frederick Winslow Taylor menytakan bahwa aliran manjemen ilmiah ini pada dasarnya berusaha megenali tanggung jawab serta tugas-tugas khusus manajemen. Inti dari manajemen ilmiah itu sendiri adalah :
§  Dengan menggunakan metode ilmiah unsur-unsur kerja manusia tidak lagi menggunakan intuisi.
§  Mengidentifikasi fungsi manajemen dalam pekerjaan merencanakan; jadi kita tidak membiarkan buruh memilih sendiri cara-cara pengerjaan.
§  Memilih dan melatih buruh serta mengembangkan kerjasama; dengan hal tersebut jadi dihindari usaha-usaha individual para pekerja.
§  Membagi kerja antar manejemen dan pekerja, sehingga masing-masing dapat melaksanakan tugas – tugasnya sesuai dengan kemampuannya sehingga diharapkan bertambahnya efisiensi.
Jika metode ini dilakukan maka usaha yang dijalankan akan terhindar dari pemborosan, menempatkan pekerja pada tugasnya sesuai dengan kemampuannya, selain itu juga melatih pekerja agar dapat memenuhi persyaratan – persyaratan yang diminta, spesialisasi kegiatan dan penciptaan standar-standar hasil kerja.
Seiring munculnya ilmu yang menitikberatkan pada segi psikologis pekerja dan peranan aspek moral dalam produksi, menciptakan sistem pengupahan, menciptakan sistem schedule produksi, aliran ini juga menyumbang banyak dalam perkembangan manajemen praktis. Ditambah lagi dengan peranan Frank Gilbreth yang menyelidiki tentang gerak kerja serta Lilian Gilberth yang memperlakukan unsur waktu dan psikologis pekerja.
2.  Teori organisasi
Henry fayol merupakan pelopor teori ini, dia berusaha mengemukakan prinsip-prinsip umum universal manajemen. Teori organisasi dikenal juga sebagai aliran tradisional dasar manajemen. Fayol mendefinisikan fungsi manajemen atau administrasi adalah merencana, mengorganisir (baik orang maupun bahan), memerintah, mengkoordinir, dan mengawasi. Selanjutnya dia mengemukakan bahwa:
1.       Wewenang tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab
2.      Wewenang itu sama dengan tanggung jawab
3.     Harus ada kesatuan perintah
4.     Harus ada kesatuan pengarahan
5.      Harus ada orang yang dilapori kegiatan
6.     Harus ada pembagian kerja
7.      Harus ada disiplin
8.    Kepentingan individu berada dibawah kepentingan organisasi; perlunya sentralisasi, perlu keteraturan dalam waktu, tempat dan lainnya, perlu kesamaan (keadilan dan unsur mengasihi), perlu stabilitas personalia dengan pejabat-pejabat yang berpindah-pindah dalam waktu pendek, perlu adanya inisiatif dan perlu diciptakan rasa bersama serta senasib.
3.   Aliran tingkah laku
Pada dasarnya aliran ini didasari oleh penelitian-penelitian yang mendalam. Mayo dan Roethlisberger menyatakan bahwa produktivitas pekerja itu tidak dipengaruhi oleh sarana kerja mereka tapi dipengaruhi oleh perubahan – perubahan sosialnya, psychologis yang dialami pekerja. Sehingga mereka mengadakan reaksi yang berlainan. Mayo selanjutnya mengatakan bahwa akibat industri alisasi dengan adanya spesialisasi dan ditiadakannya kontak empat mata antara pekerja dan manajemen, ada frustasi dan pengrusakan jiwa.
Dalam hal ini manajemen membantu membuat kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan hubungan – hubungan atau terjalinnya komunikasi yang baik antara pekerja dan manjemen, sehingga akan menciptakan rasa nyaman dalam bekerja baik untuk pekerja maupun manajemen. Hal tersebut tentunya akan menciptakan kerja sama yang baik sehingga akan dicapai tujuan secara efektif dan efisien. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Kun Lewin. Dia mengembangkan teori dinamika kelompok (group dynamics) dengan membagi kelompok dalam 2 jenis yaitu kelompok berdasarkan unsur-unsur demokratis dan otokratis. Ia menyatakan bahwa kelompok demokratis lebih produktif dalam pencapaian tujuan-tujuan kelompok
4. Aliran akuntansi manajemen dan Ekonomi manajemen
Aliran akuntasi dan ekonomi manajemen sangat berpengaruh terutama dalam kegiatan pengambilan keputusan terutama dalam pemanfaatan sumber - sumber daya yang relatif terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas.
5.  Aliran kuantitatif
Aliran ini menggunakan data angka, matematika, statistik dala membantu manajemen untuk memecahkan persoalan – persoalan yang dihadapinya.

·        Adapun pembagian aliran manajemen menurut Johhn G. Hutchinson  adalah sebagai berikut:
1.    Aliran proses nanajemen
Aliran ini menganalisa manajemen dan pada pokoknya berpendapat bahwa:
a. Manajemen adalah suatu proses yang secara intelektual dapat dibagi-bagi dengan cara menganalisa fungsi manajemen
b.  Pengalaman yang sebelumnya dalam situasi berbagai bidang usaha dapat mendestilasi beberapa dalil fundamental atau prinsip-prinsip yang dapat menjelaskan manajemen serta dapat memberi pengertian dan perbaikan dalam memimpin usaha.
c.      Keyakinan terhadap pengalaman sebelumnya yang dapat memberikan tambahan berupa pengertian dan perbaikan, dapat menjadi pusat perhatian dalam riset serta dapat menentukan kebenaran dan perbaikan dalam bidang penerapannya.
d.     Prinsip-prinsip ini dapat menjadi unsur suatu teori manajemen.
e.  Manajemen adalah suatus eni yang dapat diperbaiki jika dasarnya adalah prinsip yang sehat
f.  Prinsip-prinsip manajemen adalah benar apabila situasinya dalam keadaan sama seperti pada waktu prinsip itu diambil.
g.  Walaupun sudah banyak faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan manajer, namun teori manajemen tidak perlu meliputi semua pengetahuan untuk dapat dijadikan dasar ilmiah bagi teori manajemen.
2.   Aliran empiris
Aliran ini mempelajari manajemen berdasarkan pengalaman yang sbelumnya atau yang telah lampau. Aliran ini melihat manajemen, dengan mempelajari dan menganalisa maslah-masalah khusus. Dengan mempelajari pengalaman-pengalaman  yang sukses dan kesalahan-kesalahan yang dibuat manajemen dalam masalah khusus serta pemecahan masalahnya, orang akan mengerti dan belajar teknik yang efektif pada situasi yang sama atau hampir sama.
3.   Aliran sistem sosial
Aliran ini melihat manajemen sebagai suatu sitem interrelasi cultural. Terkadang suatu sistem dibatasi organisasi yang formal. Aliran ini menyatakan gejala manajemen sama dengan gejala sosial. Dimana orang perlu mengadakan kerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Kerja sama itu didasarkan pada kebutuhan individu untuk mengatasi pembatasan biologis, fisik maupun sosialnya. Kemudian dalam kerja sama tersebut terdapat komunikasi antara orang yang satu dengan yang lainnya melalui komunikasi tersebut maka akan tercipta suatu kesadaran atau kesepakatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
4.   Aliran tingkah laku manusia
Aliran ini berpendapat bahwa pencapaian tujuan akan terlaksana dengan adanya bantuan orang lain. Artinya manajemen juga memerlukan hubungan antar orang agar dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Aliran tingkah laku manusia ini dikenal juga sebagai penelaahan Human relation atau Behavior scienence approach.
5.   Aliran teori keputusan
Aliran ini didasarkan pada proses pengambilan keputusan yaitu memilih suatu tindakan atau ide dari berbagai alternatif yang ada. Selain itu aliran ini juga menganalisa siapa yang mengambil keputusan dan bagaimana cara pelaksanaannya.
6.   Aliran matematis
Aliran ini melihat manajemen sebagai suatu sistem matemati yang lengkap dengan model prosesnya. Manajemen meruapakn proses yang logis yang dapat diinterpretasikan dalam simbol-simbol dan hubungan matematik. Titik berat aliran ini adalah model yang diperuntukkan guna memecahkan masalah. Misalnya seseorang mengahadapi suatu masalah, terlebih dauhulu orang tersebut menentukan model matematiknya, kemudian setelah model matematiknya ditemukan, orang tersebut baru dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

Arti manajemen
1.    Manajemen sebagai Fungsi
Menurut Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprojo, M. Com. manajemen sebagai fungsi adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinir, serta mangawasi kegiatan dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dean efisien.
Dalam setiap kegiatan perusahaan perlu direncanakan, diorganisir, diarahkan, dikoordinir, dan diawasi agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien. Cara mengatur kegiatan dalam perusahaan berkembang setiap waktu karne adanya penelitian dan pengembangan.
2.   Manajemen sebagai Peranan
Menurut Henry Mintzberg perilaku manajemen memiliki karakteristik :
a.Hubungan antarpribadi baik dengan komunikasi lisan maupun tertulis;
b.Pemrosesan informasi, yaitu member, menerima, dan menganalisis informasi;
c.Pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah
3.   Manajemen sebagai Keterampilan
Menurut Robert. L., keterampilan manajemen dikelompokkan kedalam:
a. Keterampilan teknis yaitu kemampuan memanfaatkan keahlian atau kepakaran khusus bertahan dengan metode, proses, atau prosedur, keterampilan bisa dipelajari, dilatihkan atau berdasar pengalaman.
b.  Keterampilan manusiawi yaitu kemampuan bekerja secara efektif dalam hubungan antarpribadi, kerja sama dengan orang lain mudah.
c.   Keterampilan konseptual yaitu kemampuan melihat organisasi sebagai suatu keseluruhan dan memecahkan masalah demi sistem sebagai suatu kesatuan.


0 komentar on "Materi Dasar-Dasar Manajemen second"

Posting Komentar